Pages

Kamis, 09 Oktober 2014

Proses Kreatif

Bagaimana jika ide-ide cerita, baik itu cerpen maupun novel, dirangkum menjadi sebuah novel? Maksud saya adalah menulis novel tentang penulis yang mempunyai banyak ide cerita, sehingga bisa disebut sebagai sebuah kumpulan ide cerita. Beberapa jam yang lalu ketika di toilet sempat terlintas pikiran semacam itu. Tapi apa boleh buat, saya belum bisa mewujudkan ide itu menjadi sebuah novel. Lha wong saya masih belajar.

Beberapa hari yang lalu saya sudah menyusun buku-buku saya lagi berdasarkan tahun terbitnya. Kebanyakan dari penulis yang mendapatkan penghargaan nobel sastra. Saya memulainya dengan membaca Catatan Harian Adam dan Hawa karya Mark Twain terjemahan Eka Kurniawan. Maklumlah saya belum bisa menikmati buku-buku berbahasa asing itu. Namun untuk menjadi penulis tentunya saya harus banyak baca buku sastra yang bagus. Sementara ini penilaian saya tentang buku sastra yang bagus berasal dari para penulis yang tulisannya membuat saya tertarik dan berimajinasi seandainya saya yang menulis karya-karya mereka. Saya, lagi-lagi, belum bisa menilai berdasarkan teknik atau apalah istilahnya tentang buku-buku itu. Tentu saja itu karena kebegoan saya semasa kuliah yang nggak mau atau memang nggak tahu atau malas baca buku-buku yang dilabeli sastra.

Malam ini saya belajar menulis cerpen (lagi). Sambil berpikir ide cerita mana yang lebih dulu saya garap untuk dijadikan novel debut. Tapi saya ingin menerbitkan kumpulan cerpen lebih dulu saja.

1 komentar: